Saint Mary Way:Pengalaman Iman yang bermakna
SEE
Alarm berbunyi pertanda saya harus bangun lebih pagi,tujuanyaa tak lain dan tak bukan adalah untuk bertugas misdinar. Mata masih setengah terbuka dan selimut masih menarik saya ke kasur. "saya ingin tidur,ini terlalu pagi untuk melakukan apapun,"itu yang saya katakan pada diri sendiri. Walaupun begitu saya tahu perjuangan bangun dari bangun tidur tak seberapa dengan perjuangan Yesus kristus yang memikul salib. Dengan ingatan itu saya menguatkan diri untuk bangun dan mandi. Setelah mandi saya menjadi sangat bersemangat untuk menjalani tugas saint mary ways.
Saint marys way adalah kokurikuler yang berdampak bagi kita siswa smp santa maria dalam melayani sesama baik dalam masyarakat maupun lingkungan gereja. Pada kesempatan ini saya memilih tugas sebagai seorang misdinar yang bertugas dalam membantu pastur dalam berjalannya misa. Misdinar atau dalam bahasa belanda disebut misdienaar adalah seseorang yang bertugas membantu romo agar misa dapat berjalan dengan baik.
Saya mendapat kesempatan menjadi misdinar di paroki santa melania. Saya sangat senang karena sebelum adanya tugas kokurikukler ini aku sudah menjadi anggota misdinar santa melania. Jadi rasanya tugas ini adalah hal yang mudah bagi saya. Namun dalam pelaksaannya banyak kendala yang saya hadapi.
Kendala pertama yang saya hadapi adalah saat tahap perencanaan dimana saya dipertemukan dengan seseorang yang sangat sulit diajak kerja sama untuk membuat laporan. saya menjadi harus mengerjakan proposal Saint mary ways sendiri tanpa bantuan teman saya. Namun dengan kesabaran dan ketekunan saya. Saya bisa mengerjakan proposal itu dengan baik.
Selanjutnya adalah tahap pelaksaan,Sebenarnya saya sangat senang dalam tahap ini.Karena saya bisa melayani romo dan semua umat digereja lewat misdinar.Saya juga sangat senang karena dapat mendekatkan diri dengan Tuhan lewat pelayanan saya.Karena saya dapat lebih mengenal perayaan ekaristi dan makna yanga sangat dalam yang tersimpan didalamnya,Bagaimana kristus mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia.Dan bagaimana perayaan ekaristi adalah bagian dari mandat yang diturunkan oleh Yesus pada perjamuan terakhir.
 |
| Turibulum |
Dalam misdinar,saya bertugas dalam beberapa peran diantaranya ada pemegang wiruk,Wiruk atau turibulum adalah alat yang digunakan untuk mendupai altar.Biasanya wiruk dipegang oleh orang yang berada paling depan di perarakan masuk,.Ini adalah momen yang spesial karena dalam misdinar dibutuhkan pengalaman beberapa tahun untuk dapat memegang alat tersebut jadi saat memegang wiruk pertama kali dalah pengalaman yang keren untuk saya pribadi karena dapat melihat perjalanan dan pengabdian setia saya pada tugas misdinar.
Petugas wiruk akan mendupai sepanjang jalan dari tempat bersiap sampai ke depan altar.Petugas wiruk juga bertugas saat injil.Dimana Saya akan mengambil wiruk membawanya ke depan altar lalu memberikannya kepada romo untuk evanglarium(kitab kitab injil) didupai.
Saya mendapat pengalaman baru saat mendengar injil sambil mencium aroma dupa yang tak henti keluar dari wiruk.Saya merasa dapat meresapi sabda Tuhan dengan sepenuh hati.
Saya juga sedikit malu saat meminta tanda tangan romo karena saya berpikir "kayaknya romo ga suka deh diminta tanda tangan. Nanti terkesannya kita melayani ga tulus pelayanannya".Tapi untungnya itu tidak terjadi.romo dengan sukacita meanndatangani jurnal harian lalu bilang "oh yaa semanagat terus yaa pelayanannya,"Mendengar itu pun saya menjadi semangat dalam menjalani tugas misdinar kedepannya. Kendala berikutnya ada pada pengaturan jadwal tugas. Kami sudah merencanakan tugas di proposal. Namun karena banyaknya anggota misdinar yang sudah dijadwalkan bertugas,Kami harus menyesuaikan dengan tugas yang telah diberikan kakak pengurus misdinar. Karena itu juga kami hampir tidak dapat menyesuaikan tugas sesuai kriteria,Hampir saja kami hanya bertugas 1x dan bukan 3x. Untungnya karena kemurahan hati kakak kakak misdinar,Kami diberikan izin untuk bertugas 3x.
Dari Pengalaman melayani ini saya mendapat banyak sekali nilai nilai bunda maria yang ingin saya praktekan dalam kehidupan sehari hari. Misalnya sikap Bunda Maria yang setia melayani. Saya juga ingin meneladani sikapnya dimana ada atau tidaknya tugas kokurikuler saya akan setia melayani dan memuliakan nama Tuhan.
Di sisi lain saya juga sadar bahwa ini adalah perpanjangan tangan Tuhan.Dalam pelayanan menjadi misdinar,tidak mungkin hanya dengan kekuatan saya sendiri.Jika ini merupakan kehendak saya maka tidak mungkin saya tetap setia melayani sampai bertahun tahun.Saya sadar bahwa ini merupakan kehendak Allah.Kehendak Allah untuk bisa melayani sesama.Kehendak dan kasih Allah untuk bisa datang walau mata mengantuk.
Dari pelayanan ini juga saya belajar bahwa pelayanan adalah bukan tentang kita. Namun tentang sikap rendah hati kita yang ingin melayani orang lain. Pelayanan bukan tentang diri sendiri namun adalah untuk menjadikan sesama diatas diri kita sendiri.
ACT
Setelah Saint Mary ways saya dapat menerapkan sikap sikap Bunda Maria dalam kehidupan sehari hari.Terutama dalam kesetiaan melayani sesama dan Tuhan.Juga kerendahan hati kita.Agar tau mana yang benar benar berarti untuk diri kita dan kebaikan bersama,maka melayani dan menempatkan diri lebih rendah dari oran lain menjadi hal yang penting